Monday, April 28, 2014

Aset dan Kapital Operasional



BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Aset dan Kapital Operasional
2.1.1        Harta Aktiva (Asset)
Asset adalah harta yg dimiliki perusahaan yg berperan dalam operasi perusahaan misal kas persediaan aktiva tetap aktiva yg tak terwujud dan lain-lain.
ü  Menurut Accounting Principal Board (APB) Statement (1970:132) dikemukakan bahwa :
“Asset adalah kekayaan ekonomi perusahaan termasuk didalam pembebanan yg ditunda yg dinilai dan diakui sesuai prinsip akuntansi yg berlaku.”
ü  Selanjut Financial Accounting Standard Board (FASB) (1985) memberikan definisi asset sebagai berikut :
“Asset adl kemungkinan keuntungan ekonomi yg diperoleh atau dikuasai di masa yg         akan datang oleh lembaga tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yg lalu.”
ü  Menurut Harnanto (1991:357) bagi manajemen operating investment (assets) meliputi seluruh mesin dan alat-alat pabrik dan lain-lain equipmen serta modal kerja yg ditempatkan utk dikelola atau dioperasikan dalam usaha perusahaan utk menghasilkan laba.

Berdasarkan definisi tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa sesuatu dianggap sebagai asset jika di masa yg akan datang dapat diharapkan memberikan net cash inflow yg positif kepada perusahaan.
2.1.2        Kapital Operasional
Kapital/ Modal operasional adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari bisnis. Contohnya pembayaran gaji pegawai, pulsa telepon bulanan, PLN, air, bahkan retribusi.
Pos-pos dalam modal operasional ini pada setiap bisnis umumnya hampir sama. Ini karena pada prinsipnya, yang dimaksud dengan modal operasional adalah uang yang harus dikeluarkan untuk membayar pos-pos biaya di luar bisnis secara langsung. Jadi, Kapital/modal Operasional ini biasanya dibayar secara bulanan.


2.2  Aliran Kas Bebas
Arus Kas Bebas (Free Cash Flow) adalah sisa perhitungan arus kas yang dihasilkan oleh suatu perusahaan di akhir suatu periode keuangan (kuartalan atau tahunan)—setelah membayar gaji, biaya produksi, tagihan, cicilan hutang berikut bunganya, pajak, dan juga belanja modal (capital expenditure) untuk pengembangan usaha. Sisa uang inilah yang disebut Arus Kas Bebas. Meski dinamankan bebas tapi manajemen tidak bisa sebebasnya menggunakan uang ini karena uang sisa inilah yang bisa digunakan untuk mengembangkan usaha, kalau tidak mengambil dana dari hutang dan sumber dana lainnya.
Free Cash Flow bagi perusahaan merupakan gambaran dari  arus kas yang tersedia untuk perusahaan dalam suatu periode akuntansi, setelah dikurangi dengan biaya operasional dan pengeluaran lainnya.

2.2.1        Penghitungan Arus Kas Bebas
Rumus singkat (dan yang paling mudah) untuk menghitung Arus Kas Bebas adalah berikut:
FCF (Arus Kas Bebas) = Arus Kas dari Operasi – Belanja Modal
Atau
FCF = Pendapatan bersih + Depresiasi (Amortisasi) – Perubahan Working Capital (ΔWC) – Pengeluaran modal.
Misalnya:
Arus kas dari operasional untuk PT A pada tahun 2004 adalah $1.050.000. Pengeluaran modal pada tahun tersebut adalah $700.000. Berapakah arus kas bebas PT A tersebut?
FCF = Arus kas dari operasional – Pengeluaran Modal
FCF = $1.050.000 – $700.000
FCF = $350.000
Jika free cash flow dari perusahaan adalah positif (FCF ≥ 0) maka keuangan perusahaan dalam kondisi yang baik. Jika Free cash flow perusahaan adalah negative (FCF ≤ 0) dan perusahaan harus mengeluarkan saham untuk menambah modal, hal ini akan mengakibatkan berkurangnya keuntungan per saham dari perusahaan tersebut.
Free cash flow merupakan salah satu indicator untuk mengukur kemampuan perusahaan  untuk mengembalikan keuntungan bagi para pemegang saham melalui pengurangan hutang, peningkatan dividen atau pembelian saham kembali

2.3  MVA dan EVA
2.3.1        Nilai tambah pasar (MVA)

     Sasaran utama dari kebanyakan prusahaan adalah untuk memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Sasaran ini sudah pasti akan menguntungkan pemegang saham, tetepi juga akan membantu untuk memastikan bahwa sumber daya yang terbatas telah dialokasikan secara efisien, yang akan memberikan keuntungan pada ekonomi. Kekayaan pemegang saham akan dimaksimalkan dengan meminimalkan perbedaan antara nilai pasar dari saham perusahaan dan jumlah modal ekuitas yang telah diberikan oleh pemegang saham. Perbedaan ini disebut sebagai Nilai Tambah Pasar MVA.

MVA =  Nilai Pasar dari Saham – Ekuitas modal yang diberikan oleh pemegang saham
MVA = (saham beredar)(harga saham) – Total ekuitas saham biasa

Sebagai gambaran, lihat perusahaan contoh kita, Allied Food Products. Pada tahun 2002, total nilai ekuitas pasarnya adalah sebesar $1.150 juta, sedangkan neracanya menunjukkan bahwa saham telah menyetorkan $896 juta. Jadi, MVA Allied adalah sebesar $1.150 - $896 = $254 juta. Jumlah $254 juta ini mencerminkan perbedaan antara uang yang telah diinvestasikan oleh para pemegang saham Allied di dalam perusahaan sejak pendiriannya-termasuk juga laba ditahan –versus kas yang dapat mereka peroleh jika mereka menjual bisnis ini. Semakin tinggi MVA, semakin baik pekerjaan yang telah dilakukan oleh para manajer bagi pemegang saham perusahaan.
2.3.2        Nilai Tambah Ekonomi (EVA)
Jika MVA mengukur efek dari tindakan-tindakan manajerial dari sejak awal didirikannya oerusahaan, maka Nilai Tambah Ekonomi (EVA) menempatkan fokusnya pada keefektifan manajerial dalam suatu tahun tertentu.
ü  Menurut Iramani & Febrian (2005), EVA adalah metode manajemen keuangan untuk mengukur laba ekonomi dalam suatu perusahaan yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercipta manakala perusahaan mampu memenuhi semua biaya operasi dan biaya modal.
ü  Menurut Warsono (2001: 46), EVA adalah perbedaan antara laba operasi setelah pajak dengan biaya modalnya. EVA merupakan suatu estimasi laba estimasi laba ekonomis yang benar atas suatu bisnis selama tahun tertentu.
ü  Menurut Tandelilin (2001: 195), EVA adalah ukuran keberhasilan manajemen perusahaan dalam meningkatkan nilai tambah (value added) bagi perusahaan. Asumsinya adalah bahwa jika kinerja manajemen baik/ efektif (dilihat dari besarnya nilai tambah yang diberikan), maka akan tercermin pada peningkatan harga saham perusahaan.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Economic Value Added (EVA) merupakan keuntungan operasional setelah pajak, dikurangi biaya modal yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan dengan memperhatikan secara adil harapan-harapan para pemegang saham dan kreditur.
2.3.3        Tujuan dan Perhitungan Economic Value Added (EVA)
EVA memberikan pengukuran yang lebih baik atas nilai tambah yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham. Oleh karena itu manajer yang menitikberatkan pada EVA dapat diartikan telah beroperasi pada cara-cara yang konsisten untukm memaksimalkan kemakmuran pemegang saham.
Menurut S. David Young dan Stephen F. Obyrne (2001: 32), dalam pengukuran kinerja EVA dapat dihitung sebagai berikut:
Penjualan Bersih                                                                           xxx
Biaya operasi                                                                                 xxx     -
Laba operasi sebelum pajak (EBIT)                                              xxx
Pajak                                                                                             xxx     -
Laba operasi bersih sesudah pajak (NOPAT)                               xxx
Biaya modal (modal yang diinvestasikan x biaya modal)            xxx     -
EVA                                                                                              xxx

Perhitungan Economic Value Added (EVA) yang diharapkan dapat mendukung penyajian laporan keuangan sehingga akan mempermudah para pemekai laporan keuangan diantaranya para investor, kreditur, karyawan, pelanggan, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk mengukur EVA, tergantung dari struktur modal dari perusahaan. Apabila dalam struktur modalnya perusahaan hanya menggunakan modal sendiri.
Menurut Tandelilin (2001: 196), rumus yang digunakan dalam perhitungan EVA adalah sebagai berikut:
EVA = Laba bersih operasi setelah dikurangi pajak – besarnya biaya modal operasi dalam rupiah setelah dikurangi pajak.
EVA = [EBIT (1 – Pajak)] – [(Modal Operasi) (Presentase biaya modal setelah pajak)]
Menurut Iramani & Febrian (2005), secara sederhana EVA dirumuskan sebagai berikut:
EVA = Net Operating Profit After Tax (NOPAT) – Cost of Capital (COC)
EVA = NOPAT – COC
Keterangan:
NOPAT = EBIT – Beban Pajak
COC = Biaya Modal
EBIT = Laba operasi sebelum pajak
Namun, manakala dalam struktur perusahaan terdiri dati hutang dan modal sendiri, secara sistematis EVA dapat dirumuskan sebagai berikut:
EVA= NOPAT – (WACC x TA)
Keterangan:
NOPAT = Laba bersih operasi setelah pajak
WACC = Biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost of Capital)
TA = Total modal (Total Asset)
Dari perhitungan akan diperoleh kesimpulan dengan interprestasi sebagai berikut:
Jika EVA > 0, hal ini menunjukan terjadi nilai tambah ekonomis bagi perusahaan.
Jika EVA < 0, hal ini menunjukan tidak terjadi nilai tambah ekonomis bagi perusahaan.
Jika EVA = 0, hal ini menunjukan posisi “impas” karena laba telah digunakan untuk membayar kewajiban kepada penyandang dana baik kreditur maupun pemegang saham.
2.3.4        Hubungan antara EVA dan MVA:
Jika sebuah perusahaan memiliki sejarah nilai-nilai EVA yang negatif, maka nilai MVA-nya kemungkinan juga negatif, begitu pula jika terdapat sejarah nilai-nilai EVA yang positif. Namun begitu, harga saham, yang merupakan unsur utama dalam perhitungan MVA, lebih tergantung kepada ekspektasi kinerja dimasa mendatang daripada suatu kinerja historis. Oleh sebab itu, sebuah perusahaan dengan sejarah nilai EVA yang negatif dapat saja memiliki nilai MVA yang positif, asalkan para investornya mengharapkan terjadinya suatu perubahan arah dimasa mendatang.
Pengamatan kedua bahwa ketika EVA dan MVA digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajerial sebagian bagian dari program insentif, EVA adalah ukuran umum yang digunakan.
Alasannya:
1. EVA menunjukan nilai tambah yang terjadi selama suatu tahun tertentu, sedangkan MVA mencerminkan kinerja perusahaan sepanjang hidupnya.
2. EVA dapat diterpkan di masing-masing divisi atau unit-unit yang lain dari perusahaan besar, sedangakan MVA harus diterapkan untuk perusahaan secara keseluruhan.
2.4  Model Nilai Perusahaan (Corporate Value Model )
2.4.1        Pengertian Corporate Value (CV) :
            Corporate Value (CV) atau biasa diistilahkan sebagai Nilai Perusahaan, biasa diartikan sebagai persepsi investor terhadap sebuah perusahaan, yang biasanya dikaitkan dengan harga saham (terutama yang sudah go public). Dimana biasanya harga saham yang tinggi, akan membuat nilai perusahaan juga tinggi.
            Corporate Value, biasa diindikasikan dengan price to book value. Price to book value yang tinggi akan membuat pasar percaya atas prospek perusahaan ke depan. Inilah sebenarnya yang diinginkan oleh para pemilik perusahaan, sebab dengan tingginya nilai saham, maka itu berarti akan semakin menjadikan pemilik/pemegang saham perusahaan menjadi makmur. price to book value sendiri berarti perbandingan antara harga saham dengan nilai buku per saham.


2.4.2        Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan:

Indikator- indikator yang mempengaruhi nilai perusahaan diantaranya adalah:
1.   PER (Price Earning Ratio)
      PER yaitu rasio yang mengukur seberapa besar perbandingan antara harga saham perusahaan dengan keuntungan yang diperoleh para pemegang saham. Mohammad Usman, (2001) dalam Malla Bahagia, (2008).

      Rumus yang digunakan adalah :

                                          Harga Pasar Saham
                        PER = -----------------------------------
                                          Laba Per Lembar Saham

Faktor-faktor yang mempengaruhi PER adalah :
a. Tingkat pertumbuhan laba
b. Dividend Payout Ratio
c. Tingkat keuntungan yang disyaratkan oleh pemodal.

               Menurut Basuki Yusuf, 2005  dalam Malla Bahagia, 2008, hubungan faktor-faktor tersebut terhadap PER dapat dijelaskan sebagai berikut :
a.   Semakin tinggi Pertumbuhan laba semakin tinggi PER nya, dengan kata lain hubungan antara pertumbuhan laba dengan PER nya bersifat positif. Hal ini dikarenakan bahwa prospek perusahaan dimasa yang akan datang dilihat dari pertumbuhan laba, dengan laba perusahaan yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya yang dikeluarkan secara efisien.
b.   Semakin tinggi  Dividend Payout Ratio (DPR), semakin tinggi PER nya. DPR memiliki hubungan positif dengan PER, dimana DPR menentukan besarnya dividen yang diterima oleh pemilik saham dan besarnya dividen ini secara positif dapat mempengaruhi harga saham terutama pada pasar modal didominasi yang mempunyai strategi mangejar dividen sebagai target utama, maka semakin tinggi dividen semakin tinggi PER.
c.   Semakin tinggi  required rate of return (r) semakin rendah PER,  merupakan tingkat keuntungan yang dianggap layak bagi investasi saham, atau disebut juga sebagai tingkat keuntungan yang disyaratkan.

2.4.3        PBV (Price Book Value)
               Rasio ini mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai sebuah perusahaan yang terus tumbuh (Brigham, 1999: 92)., yang diproksikan dengan :
Price book value =
                                                                    Nilai Pasar
                              Price book value =----------------------
                                                                 Harga Saham


2.4.4        Value-Based Management (VBM):

            Value-based management (VBM) adalah suatu pendekatan manajerial yang tujuan utamanya adalah memaksimumkan nilai atau kekayaan jangka panjang para pemegang saham. Nilai atau kekayaan untuk pemegang saham tersebut akan tercipta apabila perusahaan mampu menghasilkan arus kas bersih (free cash flow) di atas biaya modalnya. Meskipun kunci utama keberhasilan penerapan VBM adalah adanya komitmen dari seluruh jajaran manajemen - khususnya adalah manajemen puncak, namun faktor lainnya yang tidak kalah penting adalah pemahaman konseptual dan penguasaan teknis aspek-aspek keuangan dari penerapan VBM :
  • Memberikan pemahaman tentang pentingnya VBM dalam upaya meningkatkan nilai untuk pemegang saham
  • Menambah wawasan tentang keterkaitan yang erat antara VBM, strategi perusahaan dan penciptaan nilai pemegang saham
  • Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemahiran praktis di dalam menerapkan konsep-konsep mau pun teknik-teknik keuangan yang relevan dengan pendekatan VBM
  • Membantu meningkatkan kemampuan di dalam mengintegrasikan konsep-konsep keuangan dengan proses-proses bisnis lainnya untuk menjamin keberhasilan penerapan VBM

2.5  Operating dan Financial Leverage
2.5.1        Leverage

Penggunaan sumber-sumber pembiayaan perusahaan, baik yang merupakan sumber pembiayaan jangka pendek maupun sumber pembiayaan jangka panjang akan menimbulkan suatu efek yang biasa disebut dengan leverage. Gibson (1990) menyatakan bahwa “the use of debt, called leverage,can greatly affect the level and degree of change is the common earning”,artinya penggunaan hutang, disebut penggungkit, sangat dapat memengaruhi tingkat derajat dan tingkat perubahaan pendapatan saham. Selain itu, Schall dan Harley (1992) mendefinisikan leverage sebagai “the degree of firm
borrowing”, artinya leverage sebagai tingkat pinjaman perusahaan.
Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan leverage adalah suatu tingkatkemampuan perusahaan dalam menggunakan aktiva dan atau dana yang mempunyai beban tetap (hutang dan atau saham istimewa) dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan untuk memaksimisasi kekayaan pemilik perusahaan. Permasalahan leverage akan selalu dihadapi oleh perusahaan, bila perusahaan tersebut menanggung sejumlah beban atau biaya, baik biaya tetap operasi maupun biaya finansial. Biaya tetap operasi merupakan beban atau biaya tetap yang harus diperhitungkan sebagai akibat dari fungsi pelaksanaan investasi, sedangkan biaya finansial merupakan beban atau biaya yang harus diperhitungkan sebagai akibat dari pelaksanaan fungsi pendanaan. Jadi, beban atau biaya tetap sebenarnya merupakan risiko yang harus ditanggung perusahaan dalam pelaksanaan keputusan-keputusan keuangan. Besar kecilnya risiko tersebut perlu diketahui agar dapat diantisipasi dengan meningkatkan volume kegiatan usaha.
2.5.2        Leverage Operasi
Leverage operasi (operating leverage) timbul sebagai suatu akibat dari adanya beban-beban tetap yang ditanggung dalam operasional perusahaan. Beban-beban tetap operasional tersebut misalnya biaya depresiasi / penyusutan atas aktiva tetap yang dimilikinya.
ü  Keown, Seall, Martin, dan William Patty (2000) mengemukakan pengertian leverage operasi (operating leverage) adalah “company defrayal remain in the current of company earning”, artinya pembiayaan tetap perusahaan didalam arus pendapatan perusahaan. Sedangkan
ü  Sartono (2001) menyebutkan leverage operasi timbul karena perusahaan memiliki biaya operasi tetap.
Leverage operasi adalah pengaruh biaya tetap operasional terhadap kemampuan perusahaan untuk menutup biaya tersebut. Dengan kata lain pengaruh perubahan volume penjualan (Q) terhadap labasebelum bunga dan pajak (EBIT). Besar kecilnya leverage operasi dihitung dengan DOL (Degree of operating leverage) (Sartono , 1997).
DOL =
Analisis leverage operasi dimaksudkan untuk mengetahui seberapa peka laba operasi terhadap perubahan hasil penjualan dan berapa penjualan minimal yang harus diperoleh agar perusahaan tidak menderita kerugian.

2.5.3        Leverage Finansial

ü  Pengertian financial leverage (leverage keuangan) menurut Keown, Seall, Martin, dan Patty (2000) adalah : “Pembiayaan sebagian dari aset perusahan dengan surat berharga yang mempunyai tingkat bunga yang tetap (terbatas) dengan mengharapkan peningkatan yang luar biasa pada pendanaan bagi pemegang saham”.

Dilihat dari pengertian di atas leverage keuangan dimiliki perusahaan karena adanya penggunaan modal dana yang memiliki beban tetap dalam pembiayaan perusahaan.
Besar kecilnya leverage finansial dihitung dengan DFL (Degree of financial leverage). DFL menunjukkan seberapa jauh perubahan EPS karena perubahan tertentu dari EBIT. Makin besar DFL nya, maka makin besar risiko finansial perusahaan tersebut. Dan perusahaan yang
mempunyai DFL yang tinggi adalah perusahaan yang mempunyai utang dalam proporsi yang lebih besar (Sartono, 1997).


DFL =

Risiko finansial adalah tambahan risiko yang dibebankan kepada para pemegang saham biasa sebagai hasil dari keputusan untuk mendapatkan pendanaan melalui utang. Pemegang saham akan menghadapi risiko bisnis yaitu ketidakpastian yang inheren pada proyeksi laba operasi masa depan. Jika perusahaan menggunakan utang, maka hal ini akan mengonsentrasikan risiko bisnis pada pemegang saham biasa.
Konsentrasi risiko bisnis ini terjadi karena para pemegang saham yang menerima pembayaran bunga secara tetap, sama sekali tidak menanggung risiko bisnis. Pada penelitian terdahulu telah dibuktikan bahwa penggunaan utang ternyata menjadi bermanfaat karena dapat mengurangi besarnya pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Penggunaan utang tidak selamanya merugikan perusahaan maupun pemegang saham selama
proporsinya tidak melebihi batas tertentu.

Sunday, September 18, 2011

Keistimewaan Ramadhan Airina Tahun Ini

Kriiiiiiiiiiiiiiiinggggggg...... Bunyi Alarm membangunkanku . Serta merta aku mengambil jam itu dan menekan tombol dikepalanya agar jam itu tak mengusikku lagi . Tapi , ketika aku menggapai dan melihatnya lagi , mataku terbelalak .  waw , udah jam 07.00 WIB . Batinku tersentak , Ya Allah.. Kenapa ga ada yang bangunin aku ? aku pun mulai ngomel . Huh , tapi sejenak aku diam . ga ada gunanya aku ngomel . toh ,  ga ada yang merati’in juga . Palingan Cuma bibi . ya.... Bibi itu pembantuku . Namun tak pernah aku anggap sebagai pembantu melainkan ibu kandungku . Maklum , Aku merasa dari kecil tidak punya orangtua . Mama dan Papa kerja mencari uang di Sydney . Dan tidak pernah pulang dan melewati 4 kali lebaran , mungkin akan menjadi 5 kali lebaran jika termasuk tahun ini . Mereka meninggalkan aku dirumah yang penuh glamour lengkap dengan isi-isinya . Jika dilihat dari luar , banyak yang menginginkan jadi sepertiku . Mau apa aja udah tersedia . Kemana aja ada yang antar dan jemput komplit dengan Toyota Fortunerku yang kata mereka super mewah . Tapi , mereka tak tahu , aku begitu kesepian . Aku ingin ada  seseorang disisiku yang benar-benar aku inginkan . Siapa lagi kalo bukan mama dan papa . kenapa mereka tega tinggalin gadis yang beranjak dewasa seperti aku ? anak mereka satu-satu nya lagi . Dan ga pernah pulang ? kadang ketika aku berfikir seperti itu . timbul kebencian dari dalam hatiku . tapi selalu aku redam karena aku masih sangat merindukan orang tua ku .
Aku ingin sekali cerita sama mama tentang teman-teman cowokku yang mulai aku suka .Aku ingin curhat sama mama layaknya gadis remaja yang berbagi kisah-kasihnya kepada ibu mereka . Aku juga ingin ceritain kejahilan teman-temanku pada papa . Aku ingin seperti temanku Silvi , ketika rambutnya ditarik  oleh si Boy teman cowok kami yang super nakal , papanya datang dan memberi peringatan pada si Boy . Alhasil tidak adalagi yang berani mengusik dan mengganggu Silvi disekolah . waaaaaaaa...... aku ingin seperti itu !!!!! teriakku dalam hati .
Waktupun terus berjalan bersama semua keinginan dan mimpi-mimpiku .Udah hampir jam 07.30 WIB . Bibiiiii !!!! teriakku turun dari tangga . Bibi datang dengan tergopoh-gopoh . Apa non ? Sahut bibi . Ga ada sarapan ya bi ? ( sambil memakai sepatu ) . Lha ? Non Airi kan puasa toh . Astagfirullahaladziiim.. serta merta tanganku memukul dahiku sendiri . Hm.. Airi lupa bi . ya, tadi malam aku memang sengaja tidak minta dibangunkan sahur . walaupun aku tahu bahwa makan sahur itu hukumnya sunah . Tapi bagaimana lagi , aku merasa sangat sedih jika harus sahur pertama untuk puasa pertama tanpa orangtua yang menemani . Aku putuskan untuk makan sahur tengah malam diikuti dengan shalat tahajud 4 rakaat .
Airi sekolah dulu ya bi... mmuuach , sebuah ciumanku mendarat di pipi kanan bibi . Seperti aku mencium pipi mama 4 tahun yang lalu . Sampai sekarangpun aku masih ingat bagaimana mama mengelus rambutku sebelum pergi sekolah . Sambil beliau mengucapkan do’a kecil kepada Allah yang sangat berarti bagiku . “ semoga seluruh pelajaran disekolah dapat kamu tangkap dengan baik ya nak, semoga Allah menerangkan otak dan fikiran kamu nak” , Mengingat do’a mama tak kuasa butir mutiara putih jatuh dari sela mataku . Aduuuhhh... mama , apa mama udah benar-benar ga mau ketemu airi lagi . Suratpun sudah jarang datang . Apa mama baik-baik aja disana ? Huft, Aku tidak boleh begini . Kusapu air mataku dengan tissue . Aku tidak mau pahala puasaku berkurang hanya karena menangis .
Dibawah pak Tono sudah siap untuk mengantarkanku . Aku tersenyum hangat pada pak Tono . Good morning pak , sapaku sambil masuk ke mobil . Moging non Ai , jawab pak Tono . Hadduh pak Tono , morning bukan moging , jawabku lagi . Itulah pak Tono , sudah berulang kali diajarin tapi tak pernah ingat . Dia pasti hanya menjawab “Bapak lali toh non , maklum udah tua” . sambil tersenyum simpul . Senyuman pak Tono mencairkan hatiku yang sedih , Jika tidak ada Bi Iyem dan pak Tono mungkin aku tak akan bisa tertawa dan tersenyum lagi . Aku bersyukur , sangat sangat bersyukur karena Allah mengirimkan Pak Tono dan Bi Iyem yaitu dua malaikat penjagaku yang tak pernah jenuh menjagaku seperti ayah dan ibuku sendiri .
Setibanya disekolah...
Benar saja ternyata sudah pukul 08.00 WIB . Aku terlambat 30 menit . Aku berlari kepagar ternyata satpam sekolahku masih brdiri tegak dipinggir pagar . Eh.. Pak Eman , udah masuk ya pak ? sapaku pura-pura tidak tahu . Oh , kamu Airina , kamu lihat itu jam berapa ? sambil menunjuk jam besar yang berada didepan sekolah . Hemp.. Hayolah pak , kan saya  hanya telat 30 menit . Lgian inikan puasa pertama pak . Dikasih dispesasilah ya pak Eman ganteng , ya ya ya pak .. Rayuku kepada pak Eman . Yasudah , Ayo masuk cepat !! Nanti saya kena hukum lagi gara-gara bebasin kamu . Aku langsung berlari kedalam sekolah sambil melambaikan tangan pada pak Eman seraya berkata terimakasih . Pak Eman memang baik , Batinku . Memang seharusnya seharusnya puasa pertama tidak sekolah , tapi bagi SMA PLUS Favorit seperti SMA ku , jarang terdengar kata libur kecuali benar-benar ada tanggal merah atau perayaaan besar.
Setibanya dikelas , tepat dikelas XII IPA 1 , aku masuk dengan mengucapkan salam . Assalamu’alaikum... teman-temanku spontan menjawab , walaikumsalam.. Hey Airina , kok kamu telat ? Tanya temanku yang memang suka bertanya walaupun pertanyaan yang tidak penting . Telat bangun , hehe . jawabku sambil nyengir .
Suasana kelas masih ribut , mereka membicarakan sahur yang mereka nikmati tadi subuh , dan mereka menebak-nebak kira-kira menu bukaan apa yang akan dibuat ibu mereka ketika sore nanti . Aku hanya diam . Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang teman perempuanku yang duduk tepat disudut dekat dinding . Dia Irma , anak yang pendiam , pemalu namun cerdas . Aku tidak pernah akrab dengan Irma . Aku penasaran dengan Irma , bukan penasaran hal yang negatif melainkan aku penasaran apa yang melatarbelakangi Irma hingga dia menjadi gadis yang pendiam seperti itu . Seakan ada rahasia besar yang disembunyikannya . Hmmm... Apa ya ? Hatiku bertanya-tanya .
Esok harinya , masih dalam suasana bulan ramadhan . Aku pergi kesekolah seperti biasanya diantar pak Tono . diperjalanan , ada seorang gadis yang memikul bakul yang berisi banyak tempe . sekilas aku lihat , seakan aku pernah melihat gadis yang lebih kecil badannya dariku itu . tapi aku lupa itu siapa .
Setibanya disekolah.. pandanganku langsung tertuju ke meja Irma . apa dia belum datang ya ? kenapa dia ga datang hari ini ? batinku bertanya . Aku bingung , sepertinya yang aku lihat dijalan tadi Irma . Ah , tidak mungkin . kalau itu beneran Irma , kenapa dia memikul banyak tempe ? untuk apa tempe-tempe itu ? apa dia jualan ? loh.. kok jualannya pada hari sekolah ? Aku semakin bingung . Aku putuskan untuk bertanya kepada teman yang lain alamat rumah Irma , entah kenapa Aku begitu simpati kepada temanku itu . Aku ingin dekat dengannya dan tahu dia lebih dalam . Setelah aku tahu alamatnya , sepulang sekolah aku langsung minta antarkan ke alamat tersebut .
Diperjalanan kerumah Irma..
Loh pak ? kok kita pulang ? kita kan mau kerumah temanku Irma . Tanyaku pada pak Tono yang tak sempat menjawab karena selalu terpotong oleh pertanyaanku . Ini dia alamatnya non , sahut pak Tono . Akupun tertegun . kenapa aku selama ini ga pernah tau kalau ada teman sekelasku yang tinggal didekat lingkunganku . Cuma dua gang sebelum rumahku , itu rumah Irma . setelah bertanya sana-sini ,akhirnya aku sampai dirumah Irma , rumah dari Kayu dan atapnya daun Rumbia . fikiranku langsung tertuju pada beberapa tahun yang silam , ingat film-film penjajahan . seperti itulah rumah Irma . Ya Allah.. selama ini aku tidak pernah bersyukur , aku masih diberi rumah yang layak , lebih dari layak . didepan rumah Irma , terletak bakul yang berisi tempe yang sudah kering , sepertinya tidak laku. Wah , ternyata benar yang aku lihat tadi pagi itu Irma , Hatiku Miris . kenapa tadi aku tidak menyapanya .
            Airina.... !! sapaan seorang gadis sebayaku membuyarkan lamunanku . eh , ternyata itu Irma . kamu ada apa kesini Airi ? Tanyanya agak heran dengan kedatanganku . Aku ingin mencarimu Irma , kenapa tidak datang sekolah ?
Tanpa pikir panjang Irma mengajakku masuk kerumah .
Airmataku tak kuasa jatuh melihat seorang ibu separuh baya yang sedang tertidur lemas . Dia ibuku Airi...sudah lama sakit , namun tetap dipaksa jualan buat hidupku dan kedua adikku . kali ini Ibu benar-benar tak bisa jualan . dan terpaksa aku yang jualan tempe yang aku buat sendiri . ternyata itulah yang melatarbelakangi Irma si pendiam , karena keadaan sosial nya , dia terpaksa merelakan masa-masa indah remajanya .
            Aku langsung ambil tindakan . membawa ibu Irma kerumah sakit dan berbuka bersama dengan Irma dan adik-adiknya . Ayahnya sudah lama meninggal . kadang aku berfikir , lebih baik aku ditinggal oleh papa dan mama , asal jangan ditinggal selamanya seperti papanya Irma .
Keadaan mulai membaik , sekarang aku mulai mengerti kehidupan . Aku baru merasa punya teman setelah ditinggal mama . Aku sering menghabiskan waktu dengan Irma , belajar , buka , sahur dan membuat tempe serta pulang sekolah aku selalu membantunya untuk berjualan . Kalau pulang kerumah , jika aku hanya rindu kepada Bibi dan pak Tono saja. kadang , aku selalu membawa Irma dan Adik-adiknya datang kerumahku untuk buka bersama dan tarawih berjama’ah .Hatiku sangat gembira , biasanya sedih menjadi ceria . Ini benar-benar ramadhan yang indah bagiku . walaupun didalam hati , aku masih sangat rindu sama mama dan papa . tapi sesedih apapun , do’aku selalu kukirimkan kepada Allah untuk mama .
            Ga terasa , dua hari lagi lebaran . disekolah , aku cerita dengan Irma . kamu lebaran ini do’anya apa ai ? tanya Irma kepadaku . Hempp, dari dulu sampai sekarang Ir , aku mau mama dan papa ada bersamaku merayakan hari kemenangan layaknya keluarga bahagia yang lain . tangannya menyentuh pundakku , “ yang sabar yaa ai.. suatu saat mama mu pasti pulang kok , kan sering kirim surat . lagian Ibuku kan ada , ibuku ibumu juga” . Perkataan Irma sangat menenangkanku .
            Aku pulang agak sore , karena disekolah ada ekstrakurikuler Menjahit dan aku salah satu anggotanya .
Setiba dirumah.. aku langsung menuju kamar , tanpa melihat kanan dan kiri . badanku langsung kujatuhkan ketempat tidur . tapi... uuuhhhmmm.. bau apa ini ? wangi sekali . aku langsung ganti baju dan menuju kebawah . Bibi... bibi buat bukaan apa ? sapaku ramah sambil berjalan . ternyata didapur , seorang wanita separu baya namun kelihatan masih cantik dengan baju kantor ungu dan jilbab menatapku . haaaaaa... aku tak bisa berkata apa-apa . senyuman cantik itu masih terbayang walau sudah 4 tahun silam aku melihatnya . Mamaaaaaaaaaaaa !!!!! aku langsung menghambur kepelukan mama . Aku sangat senang , benar-benar senang . Akhirnya Allah menjawab do’a-do’aku . mama airi kangeen.. apalagi mama nak , jawab mama .
            Sama papa ga ya airi ? Muncul suara parau seorang laki-laki yang benar-benar aku kenali dari arah belakang . waaaaaaaa... papa !! kegembiraan ku memang benar-benar sempurna . Aku serasa diatas langit dengan gumpalan awan yang dingin menyejukkan hati . Papa , mama kenapa baru pulang sekarang ? Aku langsung menodong pertanyaan kearah mama dan papa . Bi Inah datang dengan membawa balita perempuan umur 1.5 tahun .
            Siapa itu bi ? belum bi Inah menjawab , mama langsung berkata . dia Adikmu Airina , inilah Alasan mama dan papa tidak pulang . karena mama hamil adikmu dan ketika dia telah lahir kasian dia untuk dibawa pulang ke Indonesia dengan naik pesawat . Aku menganguk faham . aku cium adikku itu dan aku peluk . Mama dan papa janji ga akan meninggalkan Airina lagi , walaupun mama dan papa udah dengar cerita bahwa anak mama yang cantik ini sudah mandiri dan bisa menolong sesama .
            Aku tersipu malu , Ahhhh.. Bi Inah , Pak Tono , kok dikasih tau sih ? kan Airi maluu... Manjaku pada pak Tono dan Bi Inah . Lali nooonn , jawab bibi dan pak Tono bersamaan . Ramadhan tahun ini benar-benar ramadhan yang terindah bagiku , dari pengalaman , pembelajaran , sikap sabar dan toleransi aku dapatkan diramadhan ini dan akhirnya berbuah kesenangan di hari kemenangan .
JRamadhan 1432 H



Created by : NURAINI
XII IPS 4 , J